Jejak bakti Kiai Irsyad di Mathla’ul Anwar sudah tercatat sejak tahun 1965, saat ia menjadi Ketua Ikatan Pelajar Mathla’ul Anwar (IPMA) sampai tahun 1975. Tak cukup untuk Kiai Irsyad aktif di gerakan kemahasiswaan Mathla’ul Anwar. Ia aktif dalam beberapa Muktamar MA sebelum terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PBMA tahun 1985 – 1990 di Muktamar tahun 1985. Ia memparipurnakan baktinya di Muktamar 1991 dan terpilih menjadi Ketua Umum PBMA periode 1991 – 2010.

Saat menjadi Ketua Umum, beliau dikenal luas oleh publik Mathla’ul sebagai aktor dari kebangkitan Mathla’ul Anwar di dekade 1990-an. Pembinaan pendidikan, merehabilitasi bangunan madrasah, aktifasi kunjungan keorganisasian ke daerah, masif dilakukan saat MA dinahkodai beliau. Prestasi yang tak kalah hebat adalah pendirian Perguruan Tinggi Mathla’ul Anwar di Cikaliung – Saketi yang kini menjadi UNMA Banten. Eskalasi jamaah, ekspansi kepengurusan wilayah dan daerah, kuantitas dan kualitas madrasah mengalami kenaikan yang cukup signifikan di bawah kepemimpinan Kiai Irsyad.

Di saat yang sama, saat Mathla’ul Anwar dinahkodai Kiai Irsyad berhasil melakukan kolaborasi antar segmen yang membuat nama MA mahsyur dalam konstelasi keagamaan di tingkat nasional.

Pejabat Negara dan media nasional mengikuti dan meliput kegiatan – kegiatan MA. Kiai Irsyad memantapkan MA sebagai salahsatu organisasi Islam terbesar, setelah NU dan Muhammadiyah.

Baktinya untuk Mathla’ul Anwar tidak mau ia hentikan, pada Muktamar di Anyer 2010 Kiai Irsyad terpilih mejadi Ketua Majelis Amanah PBMA periode 2010 – 2015. Kemudian terpilih lagi untuk periode 2015 – 2020 di Muktamar Pandeglang tahun 2015.

55 tahun Kiai Irsyad menjadi pembakti di Mathla’ul Anwar. Beliau purna membakti saat sang khaliq memanggilnya keharibaan, menembus dimensi ruang dan waktu menuju perisitirahatan terakhir, Rabu (6/1/2021).

Kucuran keringatnya selama 55 tahun di Mathla’ul Anwar merupakan ladang kebaikan yang menjadi jariyah. Kiai, layar semangatmu melintasi zaman, seluruh tarikan nafasmu, langkah hidupmu diikhlaskan untuk Mathla’ul Anwar.